Memperjuangkan Hak Bak Pengemis
Pasti tidak sedikit manusia yang mengalami ini:
Oh, begini rasanya jadi pengemis. Sungguh, rasanya malu harus merendahkan diri seperti ini. Tapi apa boleh dikata? Apa kamu tau rasanya "Malu"? Ah, aku rasa TIDAK. Bagaimana bisa disaat kita bersama, tapi seolah kamu lupa menuntaskan kewajibanmu? Atau tidak ingat? Atau pura-pura tidak ingat? Sepertinya tidak ada hal yang membuat kamu berpikir tentang apa yang menjadi kewajibanmu.
Dulu...
tidak ada sedikitpun pemikiran negatif yang terlintas untukmu. Semua terlihat baik dengan sewajarnya. Sebagai manusia, sikap humanis pada diri ini "seharusnya" tumbuh secara alamiah pada diri manusia itu sendiri. Sampai pada akhirnya aku lupa, bahwa tidak semua manusia itu "Baik".
Ah sialnya diri ini.
Sesulit apapun kamu, aku sebagai manusia, apa yang tidak ku perjungkan untuk menjaga hubungan sesama manusia ini tetap baik? Selalu diusahakan pastinya.
*Apa kamu melakukan hal yang sama?
Sampai pada akhirnya, kamu butuh uang yang menurutku itu tidaklah sedikit. Tapi karena kebutuhan yang "katamu" mendesak, sudahlah, direlakan uang yang tidak sedikit itu. Dan dengan ketidaktahuanku bahwa alasanmu itu sesuai dengan realita atau hanya sekedar dusta belaka. Sehingga aku lupa kalau tidak semuanya manusia itu baik.
*Lupa atau Bodoh?
Rasa empatiku kadang bisa melupakan segala-galanya. Seperti "Lo lagi susah, ngapain bantu orang?", "Hi, lo lagi butuh bantuan, untuk apa lo bantuin dia?", "Woy, lo lagi sekarat, siapa yang mau nolongin lo?". Pasti akan tersingkirkan pemikiran-pemikiran ego itu.
Sampai pada akhirnya, Kamu Hilang bak ditelan bumi dan Aku menjadi pejuang Hak bak Pengemis.
Satu Hal yang Harus kamu tau, bahwa tidak semua orang yang bisa melongmu adalah Malaikat yang selalu bahagia hidupnya, yang tidak pernah ada cobaan dalam hidupnya, dan tidak semulus yang kamu pikirkan. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang butuh sosok manusia juga untuk menolong hidupnya. apa kamu pernah memikirkan itu? atau yang hanya dipikiranmu adalah "ah dia kan udah bahagia, pasti gak butuh uang sekecil itu."
Tidak perlu menghilang.
Setidaknya jika tidak bisa menolong, cukup hanya melaksanakan kewajibanmu saja.
Cukup hanya berpikir, kita sama-sama manusia.
Cukup untuk MEMANUSIAKAN MANUSIA.
Oh, begini rasanya jadi pengemis. Sungguh, rasanya malu harus merendahkan diri seperti ini. Tapi apa boleh dikata? Apa kamu tau rasanya "Malu"? Ah, aku rasa TIDAK. Bagaimana bisa disaat kita bersama, tapi seolah kamu lupa menuntaskan kewajibanmu? Atau tidak ingat? Atau pura-pura tidak ingat? Sepertinya tidak ada hal yang membuat kamu berpikir tentang apa yang menjadi kewajibanmu.
Dulu...
tidak ada sedikitpun pemikiran negatif yang terlintas untukmu. Semua terlihat baik dengan sewajarnya. Sebagai manusia, sikap humanis pada diri ini "seharusnya" tumbuh secara alamiah pada diri manusia itu sendiri. Sampai pada akhirnya aku lupa, bahwa tidak semua manusia itu "Baik".
Ah sialnya diri ini.
Sesulit apapun kamu, aku sebagai manusia, apa yang tidak ku perjungkan untuk menjaga hubungan sesama manusia ini tetap baik? Selalu diusahakan pastinya.
*Apa kamu melakukan hal yang sama?
Sampai pada akhirnya, kamu butuh uang yang menurutku itu tidaklah sedikit. Tapi karena kebutuhan yang "katamu" mendesak, sudahlah, direlakan uang yang tidak sedikit itu. Dan dengan ketidaktahuanku bahwa alasanmu itu sesuai dengan realita atau hanya sekedar dusta belaka. Sehingga aku lupa kalau tidak semuanya manusia itu baik.
*Lupa atau Bodoh?
Rasa empatiku kadang bisa melupakan segala-galanya. Seperti "Lo lagi susah, ngapain bantu orang?", "Hi, lo lagi butuh bantuan, untuk apa lo bantuin dia?", "Woy, lo lagi sekarat, siapa yang mau nolongin lo?". Pasti akan tersingkirkan pemikiran-pemikiran ego itu.
Sampai pada akhirnya, Kamu Hilang bak ditelan bumi dan Aku menjadi pejuang Hak bak Pengemis.
Satu Hal yang Harus kamu tau, bahwa tidak semua orang yang bisa melongmu adalah Malaikat yang selalu bahagia hidupnya, yang tidak pernah ada cobaan dalam hidupnya, dan tidak semulus yang kamu pikirkan. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang butuh sosok manusia juga untuk menolong hidupnya. apa kamu pernah memikirkan itu? atau yang hanya dipikiranmu adalah "ah dia kan udah bahagia, pasti gak butuh uang sekecil itu."
Tidak perlu menghilang.
Setidaknya jika tidak bisa menolong, cukup hanya melaksanakan kewajibanmu saja.
Cukup hanya berpikir, kita sama-sama manusia.
Cukup untuk MEMANUSIAKAN MANUSIA.

Komentar
Posting Komentar